Profil Perusahaan

BPRS UMMU Bangil  berkedudukan di Jl. Mangga No. 857 Bangil Kabupaten Pasuruan. Didirikan berdasarkan Surat Ijin Operasional Menteri Keuangan No. KEP-161/KM.17/1993 tanggal 30 Juli 1993. Dan Departemen Koperasi Wlayah Propinsi Jawa Timur No.7503/BANGWAS-II/92 yang berbadan hukum koperasi dengan nama KBPR “Untung Surapati”.

Adapun anggota koperasi pada saat itu terdiri atas 4(empat) koperasi yaitu :

  1. KPN Pemda Kabupaten Pasuruan
  2. KPN Bakti Husada Pasuruan
  3. KPN Usber KanKop pasuruan
  4. KUD Sejahtera Bangil

Memulai usaha/operasional pada bulan Nopember 1993 sampai dengan bulan oktober 1994 mengalami kerugian, sehingga berdasarkan hasil keputusan Rapat Anggota maka sejak Nopember 1994 sampai dengan April 1995 berhenti melakukan kegiatan usaha.

Selanjutnya pada bulan Pebruari 1995 diadakan Rapat Anggota yang bertempat di Kantor Departemen Koperasi Kabupaten Pasuruan dengan salah satu keputusannya disepakati masuknya 2(dua) anggota koperasi baru yaitu :

  1. KSU Bangun Jaya
  2. KSU Estu Raharja

Berdasarkan hasil keputusan Rapata Anggota dimaksud, maka pada bulan Mei 1995 melanjutkan usahanya dengan susunan Pengurus, Basdan Pemeriksa, dan Direksi baru.

Dalam perjalanannya dengan alas an yang bias diterima oleh anggota maka Rapata Anggota Tahunan 1998 diputuskan menyetujui pengunduran diri 3(tiga) anggota koperasi yaitui :

  1. KSU Estu Raharja Pasuruan
  2. KPN Bakti Husada Pasuruan
  3. KUD Sejahtera Bangil

Susunan Pengurus, Badan Pemeriksa dan Direksi tersebut diatas berjalan sampai dengan awal tahun 1999. Karena maengalami kerugian yang besar sekali maka selanjutnya pada tanggal 5 pebruari 1999 diadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan salah satu keputusannya memyetujui keluarnya KSU Bangun  Jaya sehingga kepemilikan berubah menjadi 2(dua) anggota koperasi yaitu:

  1. KPN (Selanjutnya berubah menjadi KPRI) Pemda Kabupaten Pasuruan
  2. KPN (Selanjutnya berubah menjadi KPRI) Usber Kankop Kab.Pasuruan

Dengan dua anggota ini BPRS UMMU Bangil sulit berkembang, dikarenakan pemodalan yang minim. Disisi lain harus menyelesaikan seluruh kewajiban kepada Bank Indonesia maupun  kerugian operasional yang ditinggalkan oleh manajemen lama.

Maka harus diupayakan untuk mencari anggota baru yang diharapkan bisa menyediakan dana (modal).  untuk perkembangan KBPR “Untung Surapati”  Bangil dengan berbagai usaha yang dilakukan oleh pengurus maupun  Direksi sehingga dapat menarik 4 (empat) Koperasi untuk menjadi anggota baru.

Selanjutnya pada tanggal 7 Pebruari 2000 diadakan Rapat Anggota Tahunan yang salah satu keputusannya menyetujui masuknya 4 (empat) anggota baru yaitu :

  1. Koperasi BMT MMU Sidogiri Pasuruan
  2. KUD Sumber Rejeki Prigwen
  3. KUD Sembada Puspo
  4. Kopwan Kartika Candra Pandaan.

Berangkat dari latar belakang  salah satu anggota (pemilik modal mayoritas) dari pondok pesantren dan atas kesepakatan seluruh anggota yang ada dan dikaitkan dengan daerah mana KBPR “Untung Surapati” berada, yaitu Kota Bangil sebaga kota santri maka diputuskan untuk merubah system operasioanl dari konvensional ke sistem syariah.

Tepatnyan pada tanggal 25 April 2001 mendapat ijin prinsip, dan pada tanggal 09 Agustus 2001 mendapat ijin usaha dari Bank Indonesia Pusat Jakarta.

Semenjak beralihnya ke system Syariah maka terjadi perkembangan yang cukup menggembirakan. Namun disisi pemodalan anggota tidak bisa menyeimbangkan dengan kenaikan asset yang ada sehingga kami sepakat mengubah badan hukum dari Koperasi ke PT (Perseroan Tebatas), dengan dikeluarkannya ijin Prinsip dari Bank Indonesia Malang pada tanggal 8 Pebruari 2005 dan Ijin Opersaional dari Bank Indonesia tanggal 30 September 2005 sehingga nama KBPRS “ Untung Surapati “ berubah menjadi PT. BPRS “Untung Surapati”, dengan harapan agar masyarakat umum bisa turut serta memiliki saham di tempat kami.

Pada akhir tahun 2008 PT BPRS Untung Surapati mengalami musibah sehingga bank dalam pengawasan khusus Bank Indonesia dan alhamdulillah PT. BPRS Untung Surapati masih mampu untuk menyelesaikannya sehingga bank masih dapat beroperasional sampai saat ini.

Agar memberikan image dan pencitraan yang baik di masyarakat , para pemegang saham bersepakat untuk merubah nama bank, dengan harapan adanya perubahan nama baru dan semangat baru akan memberikan sesuatu yang lebih baik bagi bank dimasa mendatang.

Sesuai dengan Keputusan Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia nomor : 13/6/KEP.Dir.Pbs/2011 tanggal 29 November 2011 maka izin usaha atasnama PT.BPRS Untung Surapati berubah menjadi izin usaha atas nama PT. BPRS UMMU.