Mengapa Syari’ah ?

Secara umum alasan dipilihnya akad-akad syari’ah didasarkan pada pertimbangan :

Terjadinya krisis moneter yang kemudian diikuti dengan tingginya suku bunga bank  membuktikan bahwa sistem bunga bukan hanya memindahkan harta dari si miskin kepada si kaya, sistem bunga terbukti menghambat dunia usaha bahkan membuat para pengusaha gulung tikar atau paling tidak mengurangi jumlah pegawainya (PHK). Dilain pihak perbankan sendiri mengalami kerugian yang sangat besar akibat “negative spread” sehingga puluhan bank konvensional lainnya terpaksa ditutup. Dengan demikian dipilihnya sistem bagi hasil (syari’ah) sebagai landasan operasional PT.BPRS UMMU diyakini dapat menjadi jalan keluar dari krisis ekonomi, dan telah teruji mampu bertahan dalam situasi krisis .

Lebih jauh dipilihnya akad-akad syari’ah didasarkan pada pertimbangan  :

  1. Keyakinan bahwa bunga Bank adalah riba yang menurut syari’ah dilarang.
  2. Interaksi antara nasabah dengan Bank bersifat setara, sukarela dan lebih terbuka.
  3. Manajemen dituntut  untuk  lebih  transparan kepada khalayak nasabahnya dan masyarakat pada umumnya tanpa melampaui batas-batas kerahasiaan bank.
  4. Praktek akad  berdasar   syari’ah  (dalam  hal pengambilan profit pembiayaan oleh bank terhadap nasabahnya) memungkinkan terjadinya semacam “subsidi silang” antara pengusaha-pengusaha besar dan pengusaha kecil. Sifat-sifat seperti ini merupakan kekuatan yang akan membuka peluang yang lebih besar bagi bank untuk memupuk dana sekaligus memajukan usaha dan menyejahterakan masyarakat.

 

Secara khusus alasan dipilihnya akad-akad syari’ah didasarkan pada pertimbangan :

1.1. Pasuruan sebagai kota santri

Bahwa kota Pasuruan sebagai kota santri (banyak pondok-pondok pesantren) dimana mereka tidak mau berhubungan dengan riba pada bank-bank konvensional sehingga banyak dana-dana pondok yang mengendap.

1.2. Pasuruan banyak industri rumah tangga (home industry)

Bahwa di Pasuruan khususnya di Bangil banyak industri-industri bordir, sepatu, sandal, kopyah haji, konveksi dll yang masih kurang pendanaannya. Diantara mereka tidak mau berhubungan dengan bank karena pertimbangan bunga bank, padahal kalau dilihat dari usaha sangat potensial untuk didanai dan dikembangkan.

1.3. Persaingan Pasar

Tingkat persaingan sangat kecil karena hanya ada satu Bank Syari’ah di kota Bangil yaitu BPRS Daya Artha Mentari. Sementara volume usaha dan dana yang belum terjangkau oleh Bank Syari’ah masih banyak.